hallo gaes, ketemu lagi nih sudah lama yaa tak jumpa, langsung aja untuk blog saya yang keempat ini membahas tentang wuku wayang nihh.. sekarang saya mau buat tentang fakta-fakta anak yang lahir pada saat wuku wayang/tumpek wayang yang mungkin belum kalian tau nihh..
langsung aja yaa!!
Bicara tentang tumpek wayang kalian pasti belum tau fakta-fakta unik tentang anak anak yang lahir pada saat it.
cekidott!!
MENGAPA ANAK YANG LAHIR 
PADA 
TUMPEK WAYANG HARUS DI-BAYUH? 


Lahir pada Wuku Wayang tentu menjadi berbeda. Bagaimana tidak, mereka yang terlahir di Wuku ke-27 (dari total 30 wuku, Red) wajib hukumnya untuk melaksanakan Upacara Sapuh Leger.

Namun yang menarik, di masyarakat muncul kesan jika Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon memiliki kesan tenget, karena dikaitkan dengan cerita Bhatara Kala, Putra Dewa Siwa yang berwujud raksasa.
           
 Secara mitologis Wuku Wayang dianggap sebagai salah satu wuku yang tercemar atau kotor, karena pada waktu inilah lahirnya seorang raksasa bernama Dewa Kala sebagai akibat pertemuan (sex relation) yang tidak wajar antara Batara Siwa dan istrinya Dewi Uma. Mereka melakukan tidak pada tempatnya yang disebut kama salah. Dari karakteristik hari-hari tersebut, masyarakat Bali percaya bahwa setiap anak yang lahir pada Wuku Wayang harus mendapatkan penyucian yang khusus dengan Upacara Sapuh Leger serta menggelar wayang.
Jero Agus menjelaskan dasar dari pelaksanaan dari Upacara Sapu Leger ini adalah merujuk pada Lontar Kala Purana. Diceritakan bahwa ketika Ida Batara Siwa bersama Dewi Uma menjalani suatu hubungan sangat romantis, sehingga Dewa Siwa tak mampu menahan hawa nafsunya hingga air maninya jatuh ke Samudra. Air mani itulah berubah menjadi sosok Raksasa Batara Kala.
“Dalam Lontar Kala Purana, Bhatara Kala diberikan restu oleh Dewa Siwa untuk menadah (memakan, Red) orang-orang yang lahir menyamai kelahirannya, yaitu pada waktu Wuku Wayang, serta orang-orang yang berjalan sandi kaon, kali tepet (tengah hari),” katanya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Selanjutnya dijelaskan, bahwa adik Bhatara Kala yang bernama Hyang Rare Kumara lahir pada Saniscara Kiwon Wuku Wayang. Hal ini diketahui oleh Bhatara Kala, hingga memohon ijin untuk menyantap adiknya sendiri. Karena takut disantap Batara Kala, akhirnya Hyang Rare Kumara melarikan diri dan mohon perlindungan di mercapada dengan Dalang Mpu Leger, atas bantuan Mpu Leger, Hyang Rare Kumara dapat diselamatkan.
“Karena lapar, Bhatara Kala menyantap sesaji (banten) yang khusus untuk Upacara Sapu Leger. Atas kesalahannya, maka Bhatara Kala menganugrahkan kepada Dalang Mpu Leger untuk menyucikan, serta melukat orang-orang yang lahir pada Wuku Wayang dengan mempersembahkan Wayang Sapu Leger tepat pada waktu Saniscara Wuku Wayang. Inilah asal mula mengapa orang-orang yang lahir pada wuku wayang diwajibkan untuk melakukan ritual Sapuh Leger  pada Saniscara Kliwon  Wuku Wayang.

 Menariknya, Jro Anom mengungkapkan, apabila kelahiran Wuku Wayang sangat mudah mempelajari ilmu hitam, jika tidak melaksanakan Upacara Sapuh Leger. “Kelahiran Wuku Wayang energi negatifnya lebih banyak muncul, dan terlalu mudah mempelajari ilmu hitam, jika tidak dilaksanakan upacara Sapuh Leger,” imbuhnya.
 baik, sekian dulu yang dapat aku sampaikan sekarang tentang tumpek wayang ini, sampai ketemu di blog aku selanjutnyaa!!!
semoga bermanfaat untuk kita semuaa!!
 https://baliexpress.jawapos.com/read/2017/07/31/4731/sapuh-leger-penyucian-khusus-mereka-yang-lahir-saat-wuku-wayang


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini