Bicara tentang tumpek wayang kalian pasti belum tau fakta-fakta unik tentang anak anak yang lahir pada saat it.
cekidott!!
MENGAPA ANAK YANG LAHIR
PADA
TUMPEK WAYANG HARUS DI-BAYUH?
Lahir
pada Wuku Wayang tentu menjadi berbeda. Bagaimana tidak, mereka yang
terlahir di Wuku ke-27 (dari total 30 wuku, Red) wajib hukumnya untuk
melaksanakan Upacara Sapuh Leger.
Namun yang menarik, di masyarakat muncul kesan jika Tumpek
Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon memiliki kesan tenget, karena
dikaitkan dengan cerita Bhatara Kala, Putra Dewa Siwa yang berwujud
raksasa.
Secara mitologis Wuku Wayang dianggap sebagai salah satu wuku yang
tercemar atau kotor, karena pada waktu inilah lahirnya seorang raksasa
bernama Dewa Kala sebagai akibat pertemuan (sex relation) yang tidak
wajar antara Batara Siwa dan istrinya Dewi Uma. Mereka melakukan tidak
pada tempatnya yang disebut kama salah. Dari karakteristik hari-hari
tersebut, masyarakat Bali percaya bahwa setiap anak yang lahir pada Wuku
Wayang harus mendapatkan penyucian yang khusus dengan Upacara Sapuh
Leger serta menggelar wayang.
Jero Agus menjelaskan dasar dari pelaksanaan dari Upacara Sapu Leger
ini adalah merujuk pada Lontar Kala Purana. Diceritakan bahwa ketika Ida
Batara Siwa bersama Dewi Uma menjalani suatu hubungan sangat romantis,
sehingga Dewa Siwa tak mampu menahan hawa nafsunya hingga air maninya
jatuh ke Samudra. Air mani itulah berubah menjadi sosok Raksasa Batara
Kala.
“Dalam Lontar Kala Purana, Bhatara Kala diberikan restu oleh Dewa Siwa untuk menadah (memakan, Red) orang-orang yang lahir menyamai kelahirannya, yaitu pada waktu Wuku Wayang, serta orang-orang yang berjalan sandi kaon, kali tepet (tengah hari),” katanya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Selanjutnya dijelaskan, bahwa adik Bhatara Kala yang bernama Hyang Rare Kumara lahir pada Saniscara Kiwon Wuku Wayang. Hal ini diketahui oleh Bhatara Kala, hingga memohon ijin untuk menyantap adiknya sendiri. Karena takut disantap Batara Kala, akhirnya Hyang Rare Kumara melarikan diri dan mohon perlindungan di mercapada dengan Dalang Mpu Leger, atas bantuan Mpu Leger, Hyang Rare Kumara dapat diselamatkan.
“Karena lapar, Bhatara Kala menyantap sesaji (banten) yang khusus untuk Upacara Sapu Leger. Atas kesalahannya, maka Bhatara Kala menganugrahkan kepada Dalang Mpu Leger untuk menyucikan, serta melukat orang-orang yang lahir pada Wuku Wayang dengan mempersembahkan Wayang Sapu Leger tepat pada waktu Saniscara Wuku Wayang. Inilah asal mula mengapa orang-orang yang lahir pada wuku wayang diwajibkan untuk melakukan ritual Sapuh Leger pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang.
Menariknya, Jro Anom mengungkapkan, apabila kelahiran Wuku Wayang sangat mudah mempelajari ilmu hitam, jika tidak melaksanakan Upacara Sapuh Leger. “Kelahiran Wuku Wayang energi negatifnya lebih banyak muncul, dan terlalu mudah mempelajari ilmu hitam, jika tidak dilaksanakan upacara Sapuh Leger,” imbuhnya.
baik, sekian dulu yang dapat aku sampaikan sekarang tentang tumpek wayang ini, sampai ketemu di blog aku selanjutnyaa!!!
semoga bermanfaat untuk kita semuaa!!
https://baliexpress.jawapos.com/read/2017/07/31/4731/sapuh-leger-penyucian-khusus-mereka-yang-lahir-saat-wuku-wayang
“Dalam Lontar Kala Purana, Bhatara Kala diberikan restu oleh Dewa Siwa untuk menadah (memakan, Red) orang-orang yang lahir menyamai kelahirannya, yaitu pada waktu Wuku Wayang, serta orang-orang yang berjalan sandi kaon, kali tepet (tengah hari),” katanya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Selanjutnya dijelaskan, bahwa adik Bhatara Kala yang bernama Hyang Rare Kumara lahir pada Saniscara Kiwon Wuku Wayang. Hal ini diketahui oleh Bhatara Kala, hingga memohon ijin untuk menyantap adiknya sendiri. Karena takut disantap Batara Kala, akhirnya Hyang Rare Kumara melarikan diri dan mohon perlindungan di mercapada dengan Dalang Mpu Leger, atas bantuan Mpu Leger, Hyang Rare Kumara dapat diselamatkan.
“Karena lapar, Bhatara Kala menyantap sesaji (banten) yang khusus untuk Upacara Sapu Leger. Atas kesalahannya, maka Bhatara Kala menganugrahkan kepada Dalang Mpu Leger untuk menyucikan, serta melukat orang-orang yang lahir pada Wuku Wayang dengan mempersembahkan Wayang Sapu Leger tepat pada waktu Saniscara Wuku Wayang. Inilah asal mula mengapa orang-orang yang lahir pada wuku wayang diwajibkan untuk melakukan ritual Sapuh Leger pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang.
Menariknya, Jro Anom mengungkapkan, apabila kelahiran Wuku Wayang sangat mudah mempelajari ilmu hitam, jika tidak melaksanakan Upacara Sapuh Leger. “Kelahiran Wuku Wayang energi negatifnya lebih banyak muncul, dan terlalu mudah mempelajari ilmu hitam, jika tidak dilaksanakan upacara Sapuh Leger,” imbuhnya.
baik, sekian dulu yang dapat aku sampaikan sekarang tentang tumpek wayang ini, sampai ketemu di blog aku selanjutnyaa!!!
semoga bermanfaat untuk kita semuaa!!
https://baliexpress.jawapos.com/read/2017/07/31/4731/sapuh-leger-penyucian-khusus-mereka-yang-lahir-saat-wuku-wayang



Ooo gitu yaa
BalasHapusHmmm baru tau
BalasHapusHemm
BalasHapusMantap
BalasHapusThankyouu infonya
BalasHapusKeren
BalasHapusTopp
BalasHapusSamaan dung ma aku
BalasHapusMantapp
BalasHapusMantappp
BalasHapusWaduh
BalasHapusOhh
BalasHapus